Showing posts with label Catatanku. Show all posts
Showing posts with label Catatanku. Show all posts
No Comment Yet

Halaman Ini Kembali Lagi.

Hai hallo blogger.. Mungkin itu kalimat yang pas saya ucapkan untuk posting pertama saya setelah vakum sejak 2014 (kalau tidak salah). Banyak hal yang mendasari saya vakum dari dunia per-blog-an. Salah satu yang utama adalah karena kesibukan saya semenjak menjadi karyawan di salah satu bagian dari perusahaan rokok besar di Surabaya. Praktis sejak bergabung dengan perusahaan ini waktu saya banyak tersita sehingga sedikit ada waktu untuk menulis artikel di depan laptop. Bahkan posting kali ini pun saya menggunakan aplikasi yang baru saja saya download dari appstore.
Banyak sekali hal-hal yang saya lewatkan untuk saya tuangkan di blog ini. Secara selama hampir 3-4 tahun blog ini vakum. Bahkan artikel tentang penambahan usia saya yang rutin saya posting sejak usia saya 24 sekarang praktis terhenti. Untuk diketahui usia saya 30 tahun sekarang :). 
Sekali lagi, selamat datang kembali di blog ini. Semoga bisa rutin lagi mengisi artikel tentang bermacam-macam hal yang saya temui. Bisa juga berbagi pengalaman apa saja sepanjang rentang 3-4 tahun yang saya lewatkan bersama blog ini. Seperti apa? Tunggu artikel saya selanjutnya. :)
keep reading »
No Comment Yet

Apapun Pilihanmu, Jadilah Yang Terbaik

Kalaupun harus jadi api, jadilah api yang menjadi penerang bagi kehidupan manusia.

Kalaupun harus jadi air, jadilah air yang layak untuk dikonsumsi.

Kalaupun harus jadi sampah, jadilah sampah yang dibuang pada tempatnya.

Kalaupun harus jadi hujan, jadilah hujan yang membasahi tanah yang kekeringan.

Kalaupun harus jadi matahari, jadilah matahari yang memberi kehangatan di pagi hari.

Kalaupun harus jadi udara, jadilah oksigen yang mampu memberi kehidupan bagi mahkluk hidup.

Intinya, hidup itu memang penuh pilihan dan pilihan yang terbaik adalah melakukan yang terbaik dengan pilihan itu sebagai wujud tanggungjawab kepada pilihan itu.

Sekian terima kasih.

keep reading »
No Comment Yet

Ada Apa di 21 Desember 2012?

Bagi mereka yang selama beberapa tahun terakhir percaya isu kiamat 2012, hari ini 21 Desember 2012 adalah pembuktiannya. Hari ini akhir zaman diperkirakan datang. Prediksi itu didasarkan atas berakhirnya kalender Perhitungan Panjang ( Long Count) bangsa Maya di Amerika Tengah.
Kalender Maya memang unik. Ia berbeda dengan sistem penanggalan yang dikenal saat ini seperti kalender Masehi yang merupakan penanggalan Matahari dan kalender Hijriah yang merupakan penanggalan Bulan atau kalender Yahudi yang menggabungkan penanggalan Matahari dan Bulan.
Penanggalan Maya menggabungkan tiga jenis kalender, yaitu Haab yang digunakan untuk keperluan sehari-hari, Tzolkin untuk kepentingan keagamaan dan Perhitungan Panjang. Namun hanya Perhitungan Panjang yang terkait dengan isu kiamat.
Jika representasi kalender Masehi terdiri atas hari, bulan dan tahun, penulisan kalender Perhitungan Panjang diwakili lima angka yang membentuk deret, yaitu 0.0.0.0.0. Representasi ini menunjukkan jumlah hari sejak kalender digunakan.
Secara berurutan dari depan kelima unit itu disebut baktun, katun, tun, uinal dan kin. Masing-masing unit menandakan periode waktu tertentu. Kin atau unit kelima menunjukkan hari. Unit-unit di depannya merupakan perkalian 20 dari unit di belakangnya, seperti satu uinal terdiri atas 20 kin. Pengecualian hanya untuk tun yang terdiri dari 18 uinal.
Tiap unit hanya bias diisi angka tertentu. Unit kin, tun dan katun diisi angka 0 sampai 19. Tun hanya diisi angka 0-17 dan baktun 1-13.
Di atas baktun ada unit yang lebih panjang, yaitu pictun, calabtun, kinchiltun dan alautun. Namun karena unit-unit ini periodenya terlalu panjang maka tak digunakan dalam penulisan kalender.
Hari pertama Perhitungan Panjang adalah 13.0.0.0.0. Angka 13 digunakan untuk unit baktun karena unit ini tidak mengenal angka 0. Ada tiga pendapat berbeda soal padanan hari pertama Perhitungan Panjang dengan kalender Masehi, yaitu 11 Agustus 3114 sebelum Masehi (SM), 13 Agustus 3114 SM dan 15 Oktober 3374 SM. Momentum apa yang membuat bangsa Maya menjadikan 11 Agustus 3114 SM sebagai titik awal kalender Perhitungan Panjang masih menjadi pertanyaan besar. Awal kalender dianggap penting, seperti sistem kalender lain, karena dari titik itu rencana terhadap suatu kalender diketahui.
Saat awal Perhitungan Panjang dimulai, bangsa Maya diyakini belum ada. Maya baru berkembang, termasuk sistem kalendernya pada tahun 200 – 300 M di dataran tinggi yang terentang dari Meksiko Selatan hingga Guatemala kini.
Karena titik awal Perhitungan Panjang berbeda, titik ulangannya pun berbeda. Tanggal 13.0.0.0.0 dalam Perhitungan Panjang diyakini akan terulang pada 21 Desember 2012 M atau 23 Desember 2012 M. ini berarti tanggal 13.0.0.0.0 terjadi lagi setelah melewati 1.872.000 hari atau sekitar 5126 tahun. Info tentang 13.0.0.0.0 hanya dari monument 6 Prasasti Tortuguero di Meksiko selatan. Namun prasasti itu tak menjelaskan makna 2012.
Bagi sebagian orang yang sangat terobsesi dengan kiamat, habisnya periode 13 baktun itu atau dari 13.0.0.0.0 ke 13.0.0.0.0 berikutnya dianggap sebagai hari akhir. Padahal selesainya 13 baktun berarti dimulainya periode baru baktun. Ini artinya sama dengan tanggal 31 Desember dalam kalender Masehi setiap tahun yang diikuti dengan tanggal 1 Januari pada tahun yang baru.
Arkeolog belum memahami mengapa Perhitungan Panjang dimulai pada 3114 SM dan berakhir 2012 M. namun sulit meyakini bahwa bangsa Maya berpikir dunia akan berakhir pada 21 Desember karena mereka punya siklus kalender sangat panjang hingga ribuan tahun ke depan.
Bagi bangsa di belahan Bumi utara, 21 Desember adalah waktu yang menandai Winter Solstice (titik musim dingin). Matahari berada di titik terjauh di bagian Bumi selatan. Setelah itu gerak semu Matahari akan menuju utara sehingga berakhirlah malam-malam panjang awal musim dingin dan bertambah waktu siang di sisa musim dingin.
Tetua bangsa Maya berkewarganegaraan Guatemala, Apolinario Chile Pixtun, juga membantah isu ini. Menurut dia, isu kiamat 2012 bukan prediksi bangsa Maya, tetapi gagasan bangsa Barat.
Umumnya kalender dibuat untuk mencatat peristiwa-peristiwa yang telah terlampaui. Sistem kalender tidak disusun untuk alat ramalan, apalagi menentukan akhir peradaban.
Seperti apa sih mekanisme Kalender Perhitungan Panjang bansa Maya? Berikut perhitungannya.

Sistem penulisan Perhitungan Panjang Kalender Maya
0.0.0.0.0
Keterangan
Urutan Unit Perbandingan Jumlah Hari Padanan Masehi Angka
5
kin
1
0-19
4
uinal
20 kin
20
0-17
3
tun
18 uinal
360
+/- 1 tahun
0-19
2
katun
20 tun
7.200
+/- 20 tahun
0-19
1
baktun
29 katun
144.000
+/- 394 tahun
1-13

Contoh:
13.0.0.0.0 = 11 Agustus 3114 SM atau 13 Agustus 3114 SM atau
                      15 Oktober 3374 SM
                   = 21 Desember 2012 M atau 23 Desember 2012 M
12.19.19.17.11 = 12 Desember 2012 M

Sumber : Harian Kompas, 12 Desember 2012
keep reading »
No Comment Yet

Pesona Pantai Selatan

Sepertinya memang tidak akan ada habisnya jika membicarakan pantai-pantai di selatan Pulau Jawa khususnya yang berada di Kabupaten Malang. Setelah sebelumnya di blog saya terdahulu saya mengulas tuntas tentang keindahan Pantai Bajulmati dan Pantai Sendang Biru kali ini saya akan mengulas sebuah pantai yang masih berada di Pantai Selatan Kabupaten Malang yang saya kunjungi beberapa hari setelah Hari Raya Idul Fitri atau tepatnya 25 Agustus 2012 lalu. Pantai ini masih satu garis pantai dengan Pantai Bajulmati dan berada tepat di pinggir Jalur Lintas Selatan Pulau Jawa. Saya belum tahu nama resmi dari pantai ini apa, tapi dari selentingan yang saya dengar nama pantai ini adalah Pantai Karangbolong. Entah benar atau tidak sementara kita beri nama itu saja.
Pantai ini berada di sebelah timur Pantai Bajulmati yang sudah terkenal duluan. Tapi ada yang istimewa dari pantai ini dan tidak dimiliki pantai-pantai lain di sekitarnya. Ya, sebuah muara sungai. Di ulasan saya di blog terdahulu, saya memposting foto sebuah jembatan yang menghubungkan Jalur Lintas Selatan yang melintas di atas sebuah sungai. Nah sungai itulah yang bermuara di pantai ini. Muara sungai ini membentuk sebuah delta yang dangkal dan kita bisa bermain air sepuasnya di situ tanpa takut terseret arus atau gelombang ganas pantai selatan. Namun jangan khawatir sensasi berenang di pantai akan tetap terjaga karena sesekali ombak besar pantai selatan menerobos masuk hingga ke muara meskipun tidak besar. Disiang hari air di delta ini masih dangkal bahkan ada beberapa bagian yang tidak tergenang dan kita bisa bermain pasir sepuasnya disitu. Beranjak sore air laut mulai meninggi dan lama kelamaan delta tersebut seluruhnya tertutup air tapi kita masih bisa bermain air di sini karena meskipun seluruhnya tertutup air permukaannya masih dangkal kecuali di beberapa bagian. Inilah yang menurut saya kelebihan dari pantai ini. Mungkin sudah jamak dalam benak masyarakat Indonesia khususnya Masyrakat Pulau Jawa kalau ombak pantai selatan Pulau Jawa terkenal sangat ganas. Di beberapa pantai sering ditemui orang hanyut terseret ombak dan hilang sehingga menimbulkan ketakutan untuk bermain air laut di pantai selatan. Tapi di pantai ini, kamu gak perlu takut karena pantainya tergolong aman, yaa meskipun bukan pantai yang langsung berhadapan dengan Samudera Indonesia sih :p. Tapi kalau memang benar-benar punya nyali dan punya skill berenang mumpuni kamu bisa kok menjajal ganasnya ombak khas pantai selatan di pantai ini tapi sangat tidak direkomendasikan.
Berikut saya punya beberapa foto pantai tersebut meskipun kualitas fotonya tidak bisa dibilang baik namun cukuplah untuk mengundang rasa penasaran kamu untuk berkunjung ke sana. Check this out!

pantai di sisi timur
dan ini muara sungainya
Jembatan Bajulmati di kejauhan
pantai di sisi barat
dan ini ombak ganasnya, dengan membandingkan dengan tinggi orang tersebut kamu mungkin bisa mengira-ngira tinggi ombak tersebut
pemandangan khas Pantai Selatan Pulau Jawa
keep reading »
No Comment Yet

Edisi Hari Pahlawan

Hari itu, 10 November 1945, di Surabaya. Pejuang kemerdekaan Indonesia tengah berusaha sekuat tenaga mempertahankan kemerdekaan bangsa ini dengan tanpa segan mengorbankan segalanya termasuk nyawa mereka. Mereka bertempur dengan gagah berani melawan pasukan sekutu yang membombardir seantero Surabaya. Dari segi persenjataan jelas pasukan pribumi kalah segalanya. Mereka hanya bermodalkan senjata api rampasan dan bambu runcing. Melawan pasukan sekutu yang bersenjatakan lengkap dengan dukungan pesawat udara yang menjatuhkan ribuan bom disana sini. Tapi dengan semangat mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang dikobarkan Sutomo atau yang lebih terkenal dengan sebutan Bung Tomo, arek-arek Suroboyo ini dengan pantang menyerah mengusir pasukan sekutu dari Surabaya. Pidato pengobar semangatnya membahana di seluruh Surabaya yang membangkitkan semangat para pejuang kemerdekaan.
Sekelumit kisah tentang sejarah Hari Pahlawan yang pernah saya baca di buku bacaan semasa SD. Saya sempat dibuat terkagum-kagum waktu itu dengan kegagahberanian arek-arek Suroboyo melawan tentara sekutu, apalagi dengan sosok Bung Tomo yang dengan pidatonya mampu mengobarkan semangat para pejuang untuk angkat senjata mempertahankan kemerdekaan RI. Ada salah satu bait pidato Bung Tomo yang membuat saya kagum dengan beliau.
Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih maka selama itu tidak akan kita akan mau menyerah kepada siapapun juga.
Dari kutipan itu jelas Bung Tomo menginginkan arek-arek Suroboyo tanpa takut untuk mengorbankan segalanya demi berkibarnya Bendera Merah Putih di langit Surabaya. Perjuangan itulah yang wajib kita maknai sekarang.
Pernah gak terpikir di benak kalian, ngapain sih pemerintah mengadakan hari peringatan-hari peringatan entah itu Hari Pahlawan, Hari Kemerdekaan, Hari Kebangkitan Nasional dan hari-hari besar lainnya? Namanya hari peringatan pastilah untuk memperingati apa yang terjadi di Indonesia pada tanggal itu. Hari peringatan itu untuk mengingatkan kita bahwa apa yang kita alami saat ini apa yang kita rasakan saat ini adalah buah dari perjuangan pahlawan-pahlawan negeri ini. Kita gak boleh menutup mata soal itu. Bung Karno punya slogan ‘Jas Merah’ yang kepanjangannya ‘Jangan sekali-sekali melupakan sejarah’ atau yang mungkin sering kita dengar ungkapan ‘Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya’. Berangkat dari situlah hari peringatan itu ditetapkan oleh pemerintah. Lalu apa yang kita lakukan kalau kita sudah ingat? Mari kita berpikir, kenapa pejuang-pejuang kita dahulu begitu gigih meraih kemerdekaan? Kenapa para pejuang kita dulu begitu gagah berani mempertahankan kemerdekaan bangsa ini? Tidak lain karena mereka menginginkan bangsa ini menjadi bangsa yang bermartabat, bangsa yang punya kedaulatan sendiri atau seperti yang pernah diungkapkan Bung Karno
Kami menggoyangkan langit, menggemparkan darat dan menggelorakan lautan agar tidak menjadi bangsa yang hidup hanya dari 2,5 sen per hari, bangsa yang kerja keras, bukan bangsa tempe, bukan bangsa kuli, bangsa yang rela menderita demi pembelian cita-cita
Itulah tujuan para pejuang kita dahulu untuk negeri ini dan itu yang menjadi kewajiban kita, meneruskan perjuangan para pahlawan kita dahulu untuk mencapai tujuan mulia bangsa ini. Meskipun apa yang kita lihat dewasa ini mungkin menyimpang dari tujuan-tujuan mulia itu. Kalau kamu sering mengikuti berita-berita di TV mungkin hanya mengelus dada yang bisa kamu lakukan saat melihat tingkah polah bangsa ini. Ada pejabat negara yang tersangkut kasus korupsi yang merugikan negara, ada yang terlibat penggunaan narkoba yang berpotensi merusak bangsa, ada cerita-cerita miris tentang TKI/TKW di luar negeri yang teraniaya atau bahkan pulang tinggal nama dan para pelajar serta mahasiswa yang notabene adalah manusia-manusia terdidik, semakin akrab dengan tawuran. Itulah kenyataan yang terjadi di negeri ini yang menurut saya amat sangat melenceng sekali dari tujuan perjuangan kemerdekaan dahulu. Mungkin kalau para pejuang kita dahulu masih hidup dan menyaksikan semua realita yang terjadi di negeri ini, mereka akan sangat sakit hati. Tidak malukah kita, semua kenikmatan, kemudahan, keleluasaan yang kita reguk sekarang yang merupakan hasil dari perjuangan para pahlawan yang dengan gagah berani mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan kita lantas kita balas dengan perilaku-perilaku yang tidak sepatutnya? Perilaku-perilaku yang sangat bertentangan dengan tujuan-tujuan pejuang kita dulu? Tidak malukah kita? Tanyakan pada diri kita sendiri atau lebih tepatnya tanyakan pada nurani kita, kalau anda bernurani.
keep reading »
No Comment Yet

Domain Baru

Setelah sekian lama saya berkecimpung di dunia per-blog-an, meskipun sampai sekarang masih tetap terkesan berjalan di tempat, yang karena mungkin disebabkan kekurang konsistenan saya dalam mengupdate artikel di blog ini, akhirnya saya bisa menggunakan domain top level.
Apa itu domain top level? Kamu mungkin sering berselancar dan menemukan blog atau website dengan alamat www.xxxxxxxx.com. Nah itulah yang disebut domain top level. Lalu apa yang membedakan dengan domain yang bukan top level? Tentu saja dilihat dari alamatnya itu saja sudah bisa diketahui. Ya, domain top level tidak lagi menumpang pada subdomain tertentu, misalnya alamat blog saya ini dulu adalah www.krisna-prasetyo.blogspot.com yang tentu saja menumpang pada subdomain blogspot. Tapi setelah saya punya domain top level, alamat blog saya sekarang tidak lagi menumpang pada subdomain blogspot meskipun layanan blog ini masih menggunakan dukungan blogspot (blogger).
Bagaimana saya mendapatkan domain top level ini sebenarnya berawal dari postingan iseng saya di jejaring sosial twitter. Yang kemudian entah bagaimana bisa sampai ke akun penyedia domain dan hosting yang berdomisili di Jogjakarta. Dari situ saya pun ditawari domain top level dengan harga promo. Tawaran yang menarik, pikir saya. Langsung saja saya tindaklanjuti dengan berkunjung ke website yang bersangkutan. Saya order alamat domain saya dan disetujui. Kemudian saya transfer senilai yang telah disepakati. Tapi kemudian timbul tanda tanya setelah saya menerima email balasan dari pihak penyedia domain. Di email tertulis saya tidak akan bisa menggunakan domain tersebut karena saya hanya membeli domain tidak dengan hostingnya kecuali saya telah memiliki hosting sendiri. Nah, apalagi ini? Menurut Google, karena saya cari di Google, Hosting adalah suatu space atau tempat di internet yang kita gunakan untuk menyimpan data-data situs kita. Entah itu situs perusahaan, situs pribadi, situs blog, dan lain sebagainya. Setiap situs yang ingin kita onlinekan sehingga banyak orang bisa mengaksesnya, harus disimpan pada suatu host. Saya pikir lagi emang iya juga ya, kalau saya hanya memiliki domain dan tidak mempunyai space di server trus mau ditempatin dimana domain saya. Langsung saja saya menghubungi lagi situs penyedia domain tersebut, saya order lagi hosting untuk satu tahun. Ada beberapa pilihan yang bisa dipilih dan dengan fasilitas yang berbeda-beda. Saya memilih hosting yang memiliki fasilitas webmail. Apa itu webmail? Mungkin kamu pernah menjumpai atau bahkan mengirim email ke alamat email seperti mail@xxxxx.com atau yang lainnya yang tidak menggunakan email-email gratis seperti Yahoo, Gmail, dan lain sebagainya. Yang didapatkan tentu lebih dari layanan email gratis. Sepanjang pengetahuan saya email seperti ini bisa diakses menggunakan aplikasi email komputer baik Windows maupun Mac. Seperti contohnya Windows Live Mail atau Microsoft Outlook, yang tentu akan berfungsi jika dengan pengaturan yang benar. Jadi untuk mengakses email kamu, seperti mengecek Inbox, mengirim email dan lain sebagainya, tidak harus dengan membuka browser dan mengetikkan alamat Gmail maupun Yahoo .
Lalu bagaimana memilih penyedia domain dan hosting yang bagus? Ada sebuah pengalaman dari teman saya yang sudah lama menggunakan domain top level untuk blognya. Beberapa hari yang lalu saya akses blog tersebut. Tapi tidak muncul apa-apa. Kosong, putih, bersih. Saya tanyakan ke si empunya blog dan ternyata masa kontraknya satu tahunnya habis. Dan parahnya semua masalah administrasi dia dengan penyedia domain tersebut dipegang orang lain sehingga dia tidak punya koneksi langsung ataupun semacamnya ke penyedia domain tersebut sehingga proses memperpanjang kontrak domainnya menjadi sulit. Dan sialnya lagi situs penyedia domain tersebut pun menghilang entah kemana. Berangkat dari pengalaman itu, saya pun lebih berhati-hati dalam memilih penyedia domain dan hosting. Yang saya lihat pertama kali tentu contact person dari sang penyedia layanan domain dan hosting tersebut. Terutama ada gak sih alamat kantornya, no telepon kantornya dan nama-nama orang yang bertanggungjawab atas perusahaan tersebut. Kalau ada, bisa dipastikan perusahaan itu bonafit dan anda layak mempercayainya.
Terus apa yang bisa kamu dapatkan dari domain top level tersebut? Sepengetahuan saya, banyak. Pertama dari segi prestise blog. Kalian tentu paham blog dengan domain top level akan mempunyai prestise jika dibandingkan blog dengan subdomain, karena ya, domain-domain top level seperti itu didapatkan tidak dengan cuma-cuma alias berbayar. Meskipun biayanya tidak semahal yang dibayangkan tapi tetap saja blog dengan domain top level akan memiliki nilai lebih daripada blog dengan subdomain. Lalu yang kedua menurut saya adalah dari segi estetika penulisan alamat blog. Sekarang coba kamu perhatikan alamat blog saya dulu, www.krisna-prasetyo.blogspot.com dengan alamat baru blog ini yang menggunakan domain top level, www.krisnaprasetyo.com , lebih enak dilihat yang mana? Tentu yang menggunakan domain top level lebih enak dilihat dan mudah dihafal. Karena hanya menyebutkan nama alamatnya saja tidak dengan domain tumpangannya. Hal ini sangat menguntungkan dalam meningkatkan kunjungan ke blog. Meskipun hal ini sebenarnya relatif karena jelas tingkat kunjungan blog lebih ditentukan dari isi blog tersebut. Jadi meskipun dengan domain top level tetapi isi blognya tidak menarik tentu yang berkunjung pun akan sedikit. Yang ketiga mungkin lebih personal, saya ingin membuktikan keseriusan saya dalam me-ngeblog . Karena saya bisa memunculkan apa saja yang ada di pikiran saya, di hati saya ke dalam blog ini. Dan kedepannya blog ini pun akan saya jadikan identitas saya yang bisa diakses oleh semua orang yang membutuhkan informasi tentang saya .
keep reading »
No Comment Yet

Perkenankanlah Saya Menjadi Saya

Terus terang saja,
Dulu ketika saya belum pernah melihat banyak sampah yang dibuang di sungai, saya memang pernah terobsesi untuk jadi sampah.
Dulu ketika saya belum pernah melihat banyak jalan yang rusak dan berlubang di sana sini, saya memang pernah terobsesi untuk berubah jadi jalan.
Dulu ketika saya belum pernah melihat payung rusak tergeletak di tong sampah, saya memang pernah terobsesi untuk menjelma jadi payung.
Dulu ketika saya belum pernah melihat pohon-pohon besar ditebangi, saya memang pernah terobsesi untuk berubah jadi pohon.
Dulu ketika saya belum pernah melihat kalau kambing ternyata gak bisa ngomong, saya memang pernah terobsesi untuk bermetamorfosis jadi kambing.
Dulu ketika saya belum pernah melihat musibah pesawat terbang jatuh, saya memang pernah terobsesi untuk menjelma jadi pesawat terbang.
Dulu ketika saya belum pernah melihat anjing saya kesulitan membuka lemari es ketika kelaparan, saya memang pernah terobsesi untuk berubah jadi anjing.
Dulu ketika saya belum pernah melihat burung-burung tinggal di dalam sangkar, saya memang pernah terobsesi untuk menjelma jadi burung.
Dulu ketika saya belum pernah melihat musibah kebakaran, saya memang pernah terobsesi untuk berubah jadi api.
Dulu ketika saya belum pernah melihat musibah banjir, saya memang pernah terobsesi untuk berubah jadi air.
Tolong didukung ya!

MAKIN BANYAK YANG SEMPAT SAYA LIHAT, DENGAR, RASA DAN ALAMI, MAKIN BESARLAH KEINGINAN SAYA UNTUK MENJADI DIRI SAYA SENDIRI

Kalau toh anda tidak mampu atau belum mampu untuk mendukung, mungkin secara minimal tolong jangan pernah ganggu saya untuk menjadi diri saya sendiri secara sederhana sesuai dengan situasi kondisi serta bakat, kemampuan dan kelemahan saya.
Okay dan Terima kasih!

Perkenankanlah saya menjadi saya!
keep reading »
No Comment Yet

Roda Ekonomi di Bus Ekonomi

Kamu pernah naik bus? Bus kelas apa yang suka kamu naikin? Ekonomi? Patas? Eksekutif? atau Super Eksekutif? Kalau kamu suka naik bus ekonomi atau paling gak, pernah naik bus ekonomi kamu akan mendapati suasana yang lain dari bus-bus di kelas yang lain. Apa itu? Pedagang Asongan dan Pengamen Jalanan yang naik turun sepanjang perjalanan.
Di jalur Surabaya-Malang, jalur yang sering aku naikin, pada jam-jam tertentu, hampir setiap bus berhenti pasti ada saja pedagang asongan dan pengamen jalanan yang ikut naik. Para pedagang asongan itu membawa berbagai macam barang dagangan untuk ditawarkan ke penumpang. Selain makanan dan minuman ada juga yang menawarkan lem, alat mencukur untuk pria, alat tulis seperti bolpen dan pensil, buku-buku kesehatan, buku pengetahuan umum, korek api raksasa, aksesoris, kopyah, alat untuk memijat, bahkan aku pernah menjumpai pedagang asongan yang menawarkan screen guard untuk ponsel maupun laptop dan masih banyak lagi (ini bus apa pasar?).
Bukan hanya itu, pengamen jalanan pun naik turun bus bergantian. Mereka membawa beraneka peralatan untuk dimainkan. Mulai yang umum seperti gitar, gendang yang kadang terbuat dari paralon sampai kadang harmonika. Ada juga yang membawa seperangkat sound system untuk memutar lagu. Ada juga yang bawa kecrekan dari bekas tutup botol. Ada juga yang cuma tepuk-tepuk tangan gak jelas. Lagu yang dibawakan pun beraneka ragam. Mulai dangdut, lagu ciptaan mereka sendiri, lagu-lagu berbahasa inggris, lagu-lagu lama macam Broery, Iwan Fals, Franky S, lagu-lagu yang sekarang sedang populer dll.
Mereka menggantungkan hidupnya pada bus ekonomi. Roda ekonomi mereka pun diputar di atas bus ekonomi. Berharap belas kasihan atau rasa simpati dari penumpang bus. Bagi penumpang, mungkin ada yang terganggu, tapi mau gak mau ya bus ekonomi memang seperti ini. Lain halnya dengan bus patas yang memang tidak mengizinkan pedagang asongan dan pengamen naik di jalan. Untung saja bus-bus ekonomi Malang-Surabaya sudah banyak yang dilengkapi Air Conditioner (AC), dengan bus-bus keluaran terbaru, bahkan ada yang dilengkapi Air Suspension, jadi meskipun riuh rendah dengan para pengamen dan pedagang asongan, paling tidak udah terbebas dari asap rokok dan perjalanan tetap nyaman.
Kadang aku berpikir, berapa rupiah sih yang mereka dapatkan dari bus ini? Tapi dipikir-pikir lagi ada untungnya juga sih mereka berjualan di atas bus. Meskipun gak semua penumpang bus membeli barang dagangannya atau memberi uang untuk lagunya, paling gak mereka gak perlu nyewa lapak untuk menggelar dagangannya. Mereka juga gak perlu repot-repot nyari tempat untuk manggung. Karena inilah panggung mereka untuk menyuarakan ekspresi mereka lewat lagu. Karena inilah lapak berjalan untuk mereka menawarkan barang dagangan mereka. Inilah bus ekonomi, sebagian orang menggantungkan roda ekonominya disini.
keep reading »
2 Comments

Save KPK Save Indonesia

Belakangan ini kalimat tersebut mendadak jadi populer. Baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Bahkan banyak artis-artis yang memasang avatar Save KPK sebagai avatar mereka di akun jejaring sosial Twitter. Tagar/hashtag juga bermunculan di Twitter, salah satunya #saveKPK yang saya sendiri juga sering menggunakannya. Fenomena apakah ini? Tidak lain tidak bukan penyebabnya adalah perseteruan antara KPK dengan Polri dan usaha DPR untuk melemahkan fungsi KPK yang memicu aksi luar biasa dari masyarakat Indonesia ini. Sebagaimana yang banyak diberitakan di media cetak, televisi dan internet, perseteruan antara KPK dan Polri dimulai oleh adanya dugaan korupsi pada pengadaan simulator Surat Ijin Mengemudi (SIM) yang menyeret salah satu jenderal Polri. Penyidikan pun dilakukan oleh KPK dengan melibatkan penyidik dari Polri yang berinisial NB. Kemudian yang menjadi polemik adalah, Polri seakan-akan enggan untuk disidik. Entah itu upaya untuk menyembunyikan kasus dugaan korupsi tersebut yang otomatis juga menyelamatkan jenderal mereka dari jeruji besi atau memang yang disangkakan Polri kepada penyidiknya di KPK, NB memang benar adanya. Yang jelas sebagaimana yang saya lihat di televisi dan yang saya baca di media cetak, sejumlah anggota Polri mendatangi Kantor KPK untuk menangkap penyidik KPK yang juga anggota Polri, NB. Menurut Polri, NB diduga terlibat aksi penganiayaan berat terhadap seorang pencuri sarang burung walet semasa bertugas di Polda Bengkulu tahun 2004 yang kebenaran sangkaan itu belakangan disangsikan.
Mungkin, menurut masyarakat awam termasuk saya sendiri, menduga kalau hal itu dilakukan Polri semata-mata untuk menutupi kasus dugaan korupsi di tubuh Polri yang melibatkan jenderal mereka. Saya gak tahu maksud dan tujuan Polri melakukan itu apa. Yang jelas, menurut saya, kalau memang apa yang diduga KPK adalah benar, biarkan saja KPK melaksanakan tugasnya. Masyarakat pasti menghendaki Polri yang bersih, yang bebas dari korupsi. Masak penegak hukum tersandung kasus hukum? Justru dengan apa yang dilakukan Polri terhadap KPK itu akan memicu rasa ketidakpercayaan masyarakat terhadap Polri. Sudahlah kalau memang kasus korupsi itu terbukti benar, akuilah, jangan malah melakukan hal-hal yang mengundang antipati masyarakat. Sebagian besar rakyat Indonesia ingin korupsi hilang dari muka bumi Indonesia ini, oleh karena itu mereka bahu membahu mendukung KPK. Bukan hanya mahasiswa, masyarakat biasa pun ikut terlibat mendukung KPK. Bahkan kemarin saya baca di salah satu surat kabar nasional kalau masyarakat mengadakan aksi mengumpulkan koin untuk membangun gedung KPK yang baru, yang pengajuan anggarannya masih mbulet di DPR. Mungkin koin itu tidak akan cukup, tapi masyarakat ingin membuktikan kalau mereka benar-benar ingin Indonesia bebas dari korupsi.
Serangan terhadap KPK tidak berhenti disitu saja. DPR juga sedang membahas revisi undang-undang yang beberapa pasalnya dinilai dapat melemahkan kewenangan KPK dalam menyelesaikan kasus korupsi.
Saya membaca sebuah kutipan di salah satu surat kabar terkemuka di Indonesia yang dilontarkan oleh Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana yang menyebut bahwa Hanya orang-orang yang koruptif yang ingin KPK lemah dan bubar. Sangat bisa dipahami maksud dari kutipan tersebut, bahwa orang-orang atau pihak-pihak yang ingin KPK lemah dan bubar adalah pihak-pihak, yang mungkin, sudah atau ingin melakukan korupsi. Nah siapa sajakah yang ingin KPK lemah dan bubar? Mungkin anda bisa menilainya sendiri.
Hanya sebuah ungkapan isi hati menanggapi apa yang sedang terjadi di negeri ini dari sudut pandang saya sendiri. Tidak ada maksud-maksud tertentu dalam isi artikel ini.
Save KPK Save Indonesia!
keep reading »
No Comment Yet

Disabilitas dan Pandangan Masyarakat, Sudahkah Mereka Mendapatkan Haknya?

Kelahiran, kematian, pertemuan, perpisahan adalah takdir yang telah digariskan Tuhan sejak manusia lahir, dan setiap manusia tidak bisa mengelak darinya. Salah satu takdir Tuhan adalah kenyataan bahwa tidak semua manusia dilahirkan dalam kondisi sempurna. Ya, disabilitas (dahulu disebut cacat) adalah salah satu bentuk dari takdir Tuhan, dan tidak seorang pun bisa mengelak darinya. Setiap orang pasti tidak ingin memiliki kekurangan, tapi karena ini adalah takdir Tuhan apa mau dikata. Seorang penyandang disabilitas pasti sudah bisa menerima kekurangan yang dibawanya sejak lahir. Tapi apakah masyarakat sekitar juga melakukan hal serupa? menerima penyandang disabilitas seperti manusia lainnya? Tunggu dulu, hal yang satu ini masih patut dipertanyakan.
Janganlah muluk-muluk, menuntut pemerintah menyediakan fasilitas umum yang memfasilitasi penyandang disabilitas, tapi mulailah dari diri kita sendiri. Sudahkah masyarakat luas menerima kehadiran penyandang disabilitas dan memberikan hak-haknya setara dengan manusia lainnya?? Banyak contoh diluar sana, masyarakat cenderung melihat para penyandang disabilitas sebagai pusat perhatian, sesuatu yang harus dilihat untuk kemudian sikap enggan yang ditunjukkan. Entah enggan untuk berjalan bersama, enggan untuk berdekatan, seakan-akan penyandang disabilitas dianggap sebagai mahkluk luar angkasa. Hal yang sebenarnya sangat tidak bermoral. Apa yang salah dengan mereka? Hanya takdir yang membuat mereka berbeda. Lantas apakah kita punya hak untuk membeda-bedakan mereka dengan masyarakat pada umumnya?
Di jaman yang semakin modern ini, sudah bukan jamannya penyandang disabilitas dianggap sebelah mata. Tengok saja gelaran Para Olimpiade, Olimpiade yang khusus untuk para penyandang disabilitas. Lihat prestasi cemerlang mereka yang beberapa bahkan melampaui prestasi manusia pada umumnya. Sudah waktunya masyarakat modern mengubah stigma mereka terhadap penyandang disabilitas. Menerima kehadiran mereka di tengah-tengah kita tanpa sedikitpun perasaan berbeda dan memberikan hak-hak mereka setara dengan manusia pada umumnya. Pemerintah, bagaimanapun memegang peran utama dalam hal ini. Salah satunya tentu dengan menyediakan fasilitas umum yang bersahabat dengan penyandang disabilitas. Akses-akses jalan, akses untuk angkutan umum, taman kota, pusat perbelanjaan, rumah sakit, sekolah dan fasilitas umum lainnya harus sebisa mungkin bersahabat dengan para penyandang disabilitas. Dan sebaiknya benar-benar bersahabat.
Bukan hanya kedok seperti yang saya lihat di sebuah kampus ternama di Surabaya. Akses tangga memang sudah dilengkapi jalur khusus penyandang disabilitas, tapi menurut saya sangat tidak bersahabat dengan mereka. Bagaimana tidak, akses tersebut dibuat sangat curam. Untuk orang biasa mungkin enak saja lewat disitu, tapi bagi pengguna kursi roda?. Saya berani jamin mereka akan kesulitan untuk naik dan turun. Ini yang saya sebut hanya kedok saja dengan menyediakan fasilitas untuk penyandang disabilitas tapi tidak benar-benar bersahabat dengan mereka. Bukan hanya pemerintah, masyarakat luas, dalam hal ini pengguna internet, juga harus berperan aktif mendukung para penyandang disabilitas untuk mendapatkan haknya. Internet, sebagaimana kita ketahui adalah media paling laris saat ini. Mungkin masih kalah dengan televisi, tapi kedudukan internet dalam masyarakat tidak bisa dipandang sebelah mata. Inilah yang mungkin menjadi dasar KARTUNET.COM, sebuah situs yang dibuat sebagai media pewartaan dan sosialisasi isu-isu disabilitas, mengangkat topik ini sebagai jalan untuk memupus anggapan miring masyarakat terhadap penyandang disabilitas. Topik yang kemudian disosialisasikan kepada para Blogger, istilah untuk mereka yang punya dan aktif menulis di blog, untuk membantu mengubah stigma masyarakat terhadap penyandang disabilitas. Karena blog, bagi sebagian orang sudah dianggap gaya hidup dan membaca blog dianggap sebagai hobi bahkan rutinitas. Inilah yang dimanfaatkan oleh KARTUNET.COM untuk menyebarluaskan seruan untuk tidak memandang para penyandang disabilitas berbeda dari masyarakat pada umumnya. Lantas kenapa blog yang menjadi sasaran KARTUNET.COM menyebarkan misinya ke seluruh penjuru negeri? Karena bloggerlah yang bisa memahami sebuah peristiwa dan kemudian mencurahkannya dalam tulisan dengan hati. Sehingga diharapkan apa yang ditulis adalah benar-benar tulus dari hati untuk mengajak masyarakat luas memupus stigma miring penyandang disabilitas.
KARTUNET.COM dan para Blogger berharap agar seluruh masyarakat luas bergandengan tangan bersama dengan para penyandang disabilitas, tanpa sedikitpun perasaan berbeda. Setidaknya bagi para pembaca blog dan penikmat internet pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya. Semoga dengan cara ini, masyarakat luas mampu menghilangkan anggapan-anggapan negatif terhadap penyandang disabilitas dan mulai menanamkan pemikiran yang berbeda tidak harus dibeda-bedakan, untuk kemudian mewujudkan masyarakat Indonesia yang peduli terhadap sesamanya yang kurang beruntung. Sehingga hak-hak para penyandang disabilitas tidak terenggut oleh keterbatasan mereka. Semoga...
Anda pun bisa ikut mendukung gerakan mulia ini, sampaikan pendapat anda dengan menulis sebuah komentar tentang artikel ini. Anda juga bisa mengajak teman-teman anda untuk ikut peduli terhadap para penyandang disabilitas dengan menyebarluaskan artikel ini ke akun jejaring sosial anda. Dan mari kita bergandengan tangan bersama untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang inklusif, sadar dan peduli terhadap saudara kita yang kurang beruntung.
keep reading »